Rabu, 12 Desember 2012

PENCEGAHAN PENCEMARAN LAUT


PENCEGAHAN PENCEMARAN




I.SUMBER DAYA LAUT
  1. SUMBER DAYA YANG DAPAT DI NILAI (SUMBER DAYA GALIAN ALAM)
  1. MINYAK BUMI
PENGEBORAN LEPAS PANTAI SAMPAI KEDALAMAN 700 FEET DAN SAMPAI SEJAUH   100 MIL DARI PANTAI
  1. MINERAL
DASAR LAUT MENGANDUNG MENGANDUNG ENDAPAN COBALT DAN COPPER DAN GARAM-GARAMAN, NaCl , KCl, MgCl2  dsb.
  1. ORGANISME HIDUP
                IKAN , BINATANG LAUT LAINNYA, ALGAE dsb
  1. AIR
                DENGAN MELALUI  EVAPORATOR, DAPAT DIPRODUKSI AIR TAWAR.
  1. SUMBER DAYA YANG SULIT DI NILAI
  1. TEMPAT PENAMPUNGAN BUANGAN
SEBAGAI TEMPAT AKHIR DARI SANITASI, MAUPUN BERAKHIRNYA ALIRAN AIR SUNGAI DENGAN MEMBAWA BERBAGAI BAHAN BUANGAN.
  1. SUMBER ENERGI
PERBEDAAN PASANG SURUT DAN PASANG NAIK, DIMANFAATKAN SEPERTI SEBAGAI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK.
  1. SARANA ANGKUTAN
                ARMADA ANGKUTAN LAUT, SEMAKIN BERTAMBAH
  1. REKREASI
KOTA-KOTA DEKAT LAUT, TERUTAMA DIDAERAH TROPIS, LAUT DIPAKAI SEBAGAI TEMPAT REKREASI.
II.  EKOSITIM  LAUT.
-          LAUT, PANTAI,DAN MUARA SUNGAI  MERUPAKAN SUATU KONSEP  YANG BESAR DALAM EKOLOGI LAUT
-          SEKELOMPOK MAHLUK ALAM YANG KECIL BESERTA LINGKUNGANNYA MERUPAKAN EKOSISTIM KECIL, KEMUDIAN BERSAMA DENGAN UNIT-UNIT LAIN, AKAN MEMBENTUK EKOSISTIM YANG BESAR
-          PENGEMBANGAN DAN PENYEBARANNYA, DIPENGARUHI OLEH KADAR GARAM (SALINITAS), JUMLAH MAKANAN TERSEDIA, KEMAMPUAN BERKEMBANG BIAK DAN KEMAMPUAN BERGERAK
-          UNSUR-UNSUR DAYA LARUT GARAM, GAS YANG TERLARUT DAN SENYAWA ORGANIK, MERUPAKAN FAKTOR PENUNJANG DARI EKOSISTIM.
EKOSISTIM DIPENGARUHI OEH 3 FAKTOR :
  1. FAKTOR KIMIA
                a.  ZAT PADAT YANG TERLARUT
ZAT PADAT TERLARUT DALAM AIR LAUT SEKITAR 34,9 GRAM PADA SETIAP LITER AIR LAUT, SEPERTI CHLORINE, NATRIUM, SULFAT  MAGNESIUM, POSFOR dsb
                b. GAS YANG TERLARUT
-  GAS-GAS TERLARUT, CO2 SEKITAR 47 ml / LITER AIR LAUT DAN O2 SEKITAR  8,5 ml / LITER AIR LAUT
-  pH  AIR LAUT  DIPENGARUHI OLEH KESEIMBANGAN ION KARBONAT DAN ION BIKARBONAT, pH PADA PERMUKAAN LAUT BERKISAR 8 – 8,4  DAN BAGIAN LEBIH DALAM BERKISAR 7,4 – 7,9. PADA KONSENTRASI TINGGI, MENYEBABKAN KEMATIAN BINATANG LAUT.
  1. FAKTOR  FISIKA
a.  TEMPERATUR DAN SALINITAS
b.  PERUBAHAN TEMPERATUR SECARA
   NORMAL, BERKISAR 50C
c.  KADAR GARAM BERBEDA, BERKISAR
    ANTARA  1/1000 SAMPAI DENGAN 35/1000
  1. BIOTA
MAHLUK HIDUP DIDALAM LAUT, MICROSCOPIC ORGANISM DAN MACROSCOPIC ORGANISM, TERDIRI :
a.  PLANKTON, MAHLUK HIDUP  YANG TIDAK MAMPU BERGERAK SENDIRI, BERGERAK DISEBABKAN ALIRAN / ARUS AIR LAUT
b.  NEKTON, BINATANG YANG AKTIF BERENANG, UDANG dsb, DAPAT BERPINDAH RATUSAN MIL
c.  BENTHOS
MAHLUK HIDUP YANG HIDUP DIDASAR LAUT

III.PENCEMARAN LAUT
  PENCEMARAN  AIR LAUT, AKAN MENYEBABKAN TERGANGGUNYA EKOSISTIM LAUT, SERTA MENGURANGI MANFAAT DAN MENGGANGGU SUMBER DAYA   LAUT.
SECARA UMUM PENYEBAB PENCEMARAN AIR LAUT, DIAKIBATKAN OLEH BAHAN-BAHAN BUANGAN :
  1. BAHAN BUANGAN PADAT
SEBAGIAN TERAPUNG DAN SEBAGIAN LAGI MELAYANG DAN TENGGELAM.
AKAN TERSEBAR AKIBAT TIUPAN ANGIN DAN ARUS AIR,
SEBAGIAN TERURAI DAN HANCUR.
  1. BAHAN BUANGAN TIDAK PADAT
TERDIRI DARI ZAT-ZAT ORGANIK DAN AN-ORGANIK.
SEBAGIAN LARUT DAN TEROKSIDASI, MENYEBABKAN OKSIGEN BERKURANG DAN CARBON DIOPENCEMARAN LAUT OLEH MINYAK
Q        SUMBER TUMPAHAN MINYAK DILAUT :
  1. LADANG MINYAK DIBAWAH DASAR LAUT, MELALUI REMBESAN / KESALAHAN PENGOPERASIAN
  2. KECELAKAAN PELAYARAN, KAPAL KANDAS, TUBRUKAN, TENGGELAM.
  3. OPERASI KAPAL TANKER, PEMBERSIHAN TANGKI – TANGKI / PEMBUANGAN AIR BALLAST
  4. OPERASI KAPAL NON-TANKER, AIR GOT
  5. OPERASI TERMINAL / PELABUHAN MINYAK, SEWAKTU MEMBONGKAR / MEMUAT
  6. PEMBUANGAN LIMBAH DARI REFINERY
  7. PEMBUANGAN LIMBAH DARI DARAT, MINYAK PELUMAS BEKAS ATAU CAIRAN LAIN MENGANDUNG HYDROCARBON
  8. HYDROCARBON DARI CEROBONG ASAP.
KSIDA BERTAMBAH.
Q       FAKTOR PENYEBAB TUMPAHAN MINYAK KELAUT :
  1. KERUSAKAN TEKNIS
  1. KERUSAKAN DARI SISTIM PERALATAN KAPAL
  2. KEBOCORAN KAPAL
  3. KERUSAKAN KATUP-KATUP OVERBOARD
  4. KERUSAKAN SLANG PEMUAT
  1. KESALAHAN MANUSIA
  1. KURANG PENGETAHUAN / PENGALAMAN
  2. KURANG PERHATIAN
  3. KURANG DITAATINYA PERATURAN-PERATURAN
  4. KURANG PENGAWASAN
CARA MENGHINDARI :
-          KERUSAKAN TEKNIS, DAPAT DIATASI DENGAN SISTIM PERWATAN/PEMELIHARAN YANG TERATUR
-          KESALAHAN MANUSIA, DENGAN TRAINING/PELATIHAN DAN SERTIFIKASI.-
Q       DAMPAK TUMPAHAN MINYAK TERHADAP LAUT
     MINYAK AKAN TERSEBAR DENGAN CEPAT DIATAS PERMUKAAN, DIPENGARUHI OLEH :
  1. BERAT JENIS MINYAK
  2. TEGANGAN PERMUKAAN MINYAK ITU SENDIRI
  3. KECEPATAN PENGUAPAN MINYAK
  4. MINYAK BERAT, UMUMNYA LEBIH SULIT MENGUAP
  5. TINGKAT KELARUTAN MINYAK KEDALAM AIR
        SEBAGIAN MINYAK AKAN TEROKSIDASI DAN SEBAGIAN AKAN DIHANCURKAN OLEH MICRO-ORGANISM DAN SEBAGAIAN LAGI AKAN MENGOTORI  DAN MERUSAK DAERAH REKREASI.

IIV.MARINE  POLLUTION  - 73/78
PERATURAN PENCEGAHAN PENCEMARAN YANG DISEBABKAN OLEH
ANNEX  – I

MINYAK  ( OIL )

ANNEX  -  II

CAIRAN BERBAHAYA DALAM BENTUK CURAH (NOXIOUS LIQUID SUBSTANCES IN BULK)

ANNEX  -  III     

ZAT-ZAT BERBAHAYA DALAM KEMASAN (HARMFULL SUBSTANCES IN PACKAGE)

ANNEX  -  IV

KOTORAN  ( SEWAGE )

ANNEX  -  V

SAMPAH  ( GARBAGE)

ANNEX  -  VI

PENCEMARAN UDARA  ( AIR POLLUTION )


Q       CERTIFICATES.
KAPAL – KAPAL YANG DIBANGUN  MENGIKUTI PERSYARATAN, DIBERIKAN CERTIFICATE :
  1. ANNEX – I :    INTERNATIONAL OIL POLLUTION PREVENTION CERTIFICATE)
  2. ANNEX – II :   INTERNATIONAL POLLUTION PREVENTION CERTIFICATE for the CARRIAGE OF NOXIOUS LIQUID SUBSTANCES IN BULK
  3. ANNEX – III : HARUS DILENGKAPI MANIFEST TENTANG PENGANGKUTAN BARANG BERBAHAYA
  4. ANNEX – IV : INTERNATIONAL SEWAGE POLLUTION PREVENTION CERTIFICATE
  5. ANNEX – V :  HARUS TERSEDIA GARBAGE RECORD BOOK
  6. ANNEX – VI : INTERNATIONAL AIR POLLUTION PREVENTION CERTIFICATE
Q       PEMBUANGAN MINYAK KELAUT DIPERBOLEHKAN, DENGAN PERSYARATAN :
ANNEX – I :
  1. KONSENTRASI MINYAK HARUS  < 15 ppm  ATAU
  2. 30 LITER/MIL
  3. KAPAL SEDANG BERLAYAR
  4. DILAUT DILUAR DAERAH SPESIAL
  5. JARAK DARI PANTAI TERDEKAT  LEBIH DARI 12 MIL UNTUK PEMBUANGAN  < 15 ppm  DAN LEBIH DARI 50 MIL UNTUK PEMBUANGAN 30 LTR/MIL, JUMLAH MINYAK YANG BOLEH DIBUANG MAKSIMUM : 1/30.000 OIL CARGO CAPACITY.
  6. DICATAT DALAM  OIL RECORD BOOK
  7. DIDALAM DAERAH LAUT SPECIAL DILARANG (MEDITERANEAN SEA, RED SEA, BLACK SEA, BALTIC SEA, GULF of ADEN, ARCTIC SEA, NORTH – WEST SEA, CARIBEAN AREA)

ANNEX  -  II
(DIBERLAKUKAN MULAI  01 JANUARI 2007) :
PENCEGAHAN PENCEMARAN YANG DITIMBULKAN OLEH CAIRAN BERBAHAYA DALAM BENTUK CURAH.
1.Category – X
Cairan berbahaya dalam bentuk curah yang apabila tumpah kelaut, akan menimbulkan Kerusakan sangat besar (Major Hazard) terhadap lingkungan laut dan kesehatan manusia.
2.Category – Y
 Cairan berbahaya dalam bentuk curah yang apabila tumpah kelaut, akan menimbulkan Kerusakan (Hazard) terhadap lingkungan laut dan kesehatan manusia.
3.Category  - Z
Cairan berbahaya dalam bentuk curah yang apabila tumpah kelaut, akan menimbulkan kerusakan sangat kecil (Minor Hazard) terhadap lingkungan laut dan kesehatan manusia.
4.Category  -  OS (Other Substances)
Cairan berbahaya dalam bentuk curah, yang apabila tumpah kelaut akan menimbulkan kerusakan diluar tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh  category X, Y atau Z.
ANNEX -  II :
CARA PEMBUANGAN KELUAR KAPAL :
  1. DILAUT DILUAR DAERAH KHUSUS (OUTSIDE SPECIAL AREA)
                  SPECIAL AREA : ANTARTIC  AREA, PROHIBITED
2.    LOKASI PEMBUANGAN  > 12 MIL DARI PANTAI TERDEKAT
3.    KAPAL SEDANG BERLAYAR DENGAN KECEPATAN > 7 KNOTS
4.       LUBANG PEMBUANGAN DIBAWAH GARIS AIR
  1. KEDALAMAN LAUT   > 25 MTR
6.       DICATAT DALAM CARGO RECORD BOOK.
ยชPEMBUANGAN N.L.S. BERDASAR IBC CODE
CATEGORY

SHIP <  31 / 7 /86

SHIP  >
< 1/1/2007

NEW BUILD
> 1/1/2007

OTHER THAN C.T.  < 1/1/2007

X
PRE


STRIP  TO 350 LTRS
12 MILES
25 M  DEPTH
7KNOTS,


STRIP TO 150 LTRS
12 MILES
25 M DEPTH


STRIP TO 75 LTRS
12 MILES
25M DEPTH

CARRIAGE PROHIBITED

Y
PRE


SOLIDIFY. H. VISC
STRIP TO 350 LTRS
> 12 MILES
25 M DEPTH


SOLIDIFYING H.VISC
STRIP TO 150  LTRS
> 12 MILES
25 M DEPTH
7KNOTS EN ROUTE

SOLID. H.VISC
STRIP TO 75 LTRS
> 12 MILE
25M DEPTH

CARRIAGE PROHIBITED

Z

STRIP TO 950 LTRS
12 MILES
25 M DEPTH

STRIP TO350 LTRS
12 MILES
25 M DEPTH

STRIP TO 75 LTRS
12 MILE
25 M DEPTH

STRIP TO MAX EXTENT
12 MILE
25 M DEPTH
7 KNOTS

OS

NO CARRIAGE REQUIREMENTS

NO CARRIAGE REQUIREMENT

NO CARRIAGE REQUIREMENT


UND WATER DISCHARGE

X AND Y CARGOES

X AND Y CARGOES

X,Y &  Z CARGOES

X & Y CARGOES

                                                              


ANNEX – III   (DIBERLAKUKAN MULAI 07 – 07 – 1992 ) :
       PENCEMARAN YANG DITIMBULKAN OLEH : ZAT-ZAT BERBAHAYA DALAM  KEMASAN (HARMFULL SUBSTANCES IN PACKAGE).
       DIBERLAKUKAN : BAGI SEMUA KAPAL YANG MEMBAWA BARANG-BARANG BERBAHAYA DALAM KEMASAN, PORTABLE TANK ATAU WAGON.
       PENGEPAKAN : CUKUP AMAN, DAPAT MEMPERKECIL TIMBULNYA BAHAYA TERHADAP LAUT.
       MERK PRODUK DAN LABELISASI : HARUS TERCANTUM U.N. NUMBER, INDIKASI TINGKAT BAHAYA, MASIH DAPAT TERBACA BILA TERENDAM DILAUT, MINIMUM SELAMA 3 BULAN.
       DOKUMENTASI : MANIFEST BERISI NAMA, JENIS PRODUK, PERUNTUKAN, PERNYATAAN TINGKAT BAHAYA.
       PENEMPATAN : DIIKAT PADA TEMPAT YANG AMAN TERHADAP LINGKUNGAN DAN PERSONIL KAPAL.
       LIMITASI JUMLAH : PRODUK BERBAHAYA “TERTENTU” UNTUK KEPERLUAN ILMU DAN TEKNOLOGI.
PENGECUALIAN : PEMBUANGAN KELUAR KAPAL DALAM PENCUCIAN, UNTUK KESELAMATAN KAPAL DAN KESELAMATAN DILAUT.
ANNEX – IV   
PENCEMARAN YANG DITIMBULKAN OLEH KOTORAN (SEWAGE).
  (diberlakukan mulai  01 – 07 – 2003 ) :
  1. PENGERTIAN : SEMUA KOTORAN YANG BERASAL DARI TOILET, WC, RUMAH SAKIT (PEMBUNGKUS LUKA, PEMBALUT DSB), KANDANG BINATANG
  2. PEMBERLAKUAN :  KAPAL  > 400 GT, DAN SEMUA KAPAL YANG DIAWAKI OLEH LEBIH DARI 15 ORANG.
  3. SERTIFIKASI : INTERNATIONAL SEWAGE POLLUTION PREVENTION CERTIFICATE (5 TH)
  4. PEMBUANGAN KELUAR KAPAL : 
       > 3 MIL, UNTUK KOTORAN YANG SUDAH DISINFECTED
       > 12 MIL. UNTUK KOTORAN YANG TIDAK DISINFECTED
       KAPAL BERLAYAR DENGAN KECEPATAN  > 4 KNOTS
       PEMBUANGAN, TIDAK MENYEBABKAN PERUBAHAN WARNA AIR LAUT
ANNEX – V   
PENCEMARAN YANG DITIMBULKAN OLEH SAMPAH (GARBAGE).
 ( diberlakukan mulai  31 – 12 – 1988 ) :
PEMBAGIAN JENIS SAMPAH :
      PLASTIC
      FLOATING DUNNAGE, LINING, OR PACKING MATERIALS
      GROUND PAPER PRODUCTS, RAGS, GLASS, METAL, BOTTLES, CROCKERY ETC.
      PAPER PRODUCTS, RAGS, GLASS, METAL, BOTTLES, CROCKERY ETC
      FOOD WASTE
      INCINERATOR ASH.
PEMBUANGAN SAMPAH KELUAR KAPAL KELAUT
  1. DILAUT DILUAR DAERAH SPECIAL (OUTSIDE SPECIAL AREA) :
    1. SAMPAH PLASTIK, DILARANG KERAS DIBUANG
    2. > 25 MIL, UNTUK SAMPAH PEMBUNGKUS YANG TERAPUNG
    3. > 12 MIL, UNTUK SAMPAH MAKANAN, MAJUN, BOTOL dll.
    4. SAMPAH DIPOTONG KECIL-KECIL DENGAN UKURAN  < 25 mm.
  2.  FLOATING PLATFORMS DENGAN POSISI > 12 MIL DARI PANTAI DIPERBOLEHKAN MEMBUANG SAMPAH YANG SUDAH DI POTONG KECIL-KECIL < 25 mm, TERMASUK KAPAL YANG SEDANG SANDAR ATAU BERADA DALAM RADIUS 500 meter.
      III.            DIDALAM LAUT DAERAH SPESIAL (SPECIAL AREA), MEDITERANEAN, BALTIC, BLACK, RED, GULFS AREA,  NORTH, ANTARTIC, WIDER CARIBBEAN REGION, GULF OF MEXICO DAN CARIBBEAN SEA, DILARANG SAMA SEKALI MEMBUANG SAMPAH.
  1. SEMUA PEMBUANGAN, DICATAT DALAM GARBAGE RECORD BOOK


ANNEX – VI  
PENCEMARAN OLEH UDARA  (AIR POLLUTION).
 ( diberlakukan mulai  19 – 05 – 2005 )
  1. OZONE DEPLETING SUBSTANCES
       SEMUA GAS PENIPIS OZONE YG LEPAS AKIBAT PERAWATAN, SERVIS, PERBAIKAN ATAU  PEMBUANGAN DILARANG
       KECUALI HYDRO CHLORO FLUORO CARBON (HCFC)  DIPERBOLEHKAN S/D 1 / 1 / 2010
  1.  NITROGEN OXIDES
       MESIN DIESEL > 130 KW …. > 1/1/2020
       KECUALI :SUDAH DILENGKAPI DENGAN ALAT PENGENDALI NOX 
        MESIN DENGAN PEMAKAIAN BAHAN BAKAR :
 -   17G/KWH DENGAN RPM < 130 RPM
-          9,8G/KWH DENGAN RPM > 2000 RPM
  1. SULPHUR OXIDES
-   KANDUNGAN  SULFUR DALAM BAHAN BAKAR, S < 4,5 %  M/M
-   SOX  CONTROL AREA (BALTIC, NORTH SEA) KADAR  S < 1,5 % M/M DAN KANDUNGAN SOX  DALAM GAS BUANG < 6 G/KWH.

OIL DISCHARGE MONITORING

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar